//
you're reading...
Gagasan

TEORI EKSPEKTANSI: Sebuah pendekatan konsep pemberian imbalan untuk meningkatkan motivasi pegawai

Teori pengharapan (expectancy theory) pada dasarnya merupakan fungsi dari tiga karakteristik: (1) persepsi pegawai bahwa upayanya mengarah pada suatu kinerja (2) persepsi pegawai bahwa kinerjanya dihargai (misalnya dengan gaji atau pujian) (3) nilai yang diberikan pegawai terhadap imbalan yang diberikan. Menurut Vroom’s expectancy theory, perilaku yang diharapkan dalam pekerjaan akan meningkat jika seseorang merasakan adanya hubungan yang positif antara usaha-usaha yang dilakukannya dengan kinerja (Simamora, 1999). Perilaku-perilaku tersebut selanjutnya meningkat jika ada hubungan positif antara kinerja yang baik dengan imbalan yang mereka terima, terutama imbalan yang bernilai bagi dirinya (Nelson, 1996).

Para pegawai mendambakan bahwa kinerja mereka akan berkorelasi dengan imbalan-imbalan yang diperoleh dari organisasi. Para pegawai menentukan pengharapan mengenai imbalan dan kompensasi yang diterima jika tingkat kinerja tertentu dicapai. Pengharapan ini menentukan tujuan dan tingkat kinerja di masa yang akan datang. Pada tahap berikutnya seorang pegawai melakukan pekerjaan pada tingkat kinerja tertentu yang dievaluasi oleh organisasi; dan organisasi memberikan imbalan terhadap kinerjanya. Selanjutnya pegawai mempertimbangkan hubungan antara kinerja yang telah mereka berikan pada organisasi, imbalan yang mereka terima yang dikaitkan dengan kinerja serta kewajaran hubungan tersebut. Pada akhirnya pegawai menentukan tujuan dan pengharapan baru berdasarkan pengalaman sebelumnya dalam organisasi.

Jika pegawai melihat bahwa kerja keras dan kinerja yang tinggi diakui dan diberikan imbalan oleh organisasi, mereka akan mengharapkan hubungan seperti itu berlanjut terus di masa yang akan datang. Untuk mempertahankan pertalian antara kinerja dengan motivasi pegawai ini perlu adanya: penilaian kinerja pegawai yang akurat, imbalan yang langsung berhubungan dengan tingkat kinerja dan umpan balik dari para penyelia.

Dari teori di atas, diketahui bahwa: (1) pegawai akan termotivasi untuk berperilaku sehingga mereka mendapatkan imbalan yang berimbang terhadap kinerja mereka (2) pegawai termotivasi untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhannya (3) pegawai termotivasi untuk berperilaku dalam cara-cara yang mendapat pengukuhan dari pimpinan mereka atau pegawai lainnya (4) pegawai akan termotivasi untuk mencapai tujuan-tujuan yang mereka tentukan secara pribadi dan menerimanya meskipun khusus dan sulit.

Sementara itu, untuk meningkatkan kinerja pegawai, secara teoritis ada tiga kelompok variabel yang mempengaruhinya, yaitu: variabel individu, variabel psikologis dan variabel organisasi.
Kelompok variabel individu terdiri dari variabel kemampuan dan keterampilan, latar belakang pribadi dan demografis. Variabel kemampuan dan keterampilan merupakan faktor utama yang mempengaruhi perilaku kerja dan kinerja individu. Sedangkan variabel demografis mempunyai pengaruh yang tidak langsung.

Kelompok variabel psikologis terdiri dari variabel persepsi, sikap, kepribadian, belajar dan motivasi. Variabel ini menurut Gibson (1987) banyak dipengaruhi oleh keluarga, tingkat sosial, pengalaman kerja sebelumnya dan variabel demografis.
Kelompok variabel organisasi terdiri dari variabel sumber daya, kepemimpinan, imbalan, struktur dan disain pekerjaan.

Menurut Kopelman (1986), variabel imbalan akan berpengaruh terhadap variabel motivasi, yang pada akhirnya secara langsung mempengaruhi kinerja individu.
Menurut Mitchell dalam Timpe (1999), motivasi bersifat individu, dalam arti bahwa setiap orang termotivasi oleh berbagai pengaruh hingga berbagai tingkat.

Mengingat sifatnya ini, untuk peningkatan kinerja individu dalam organisasi, menuntut para manajer untuk mengambil pendekatan tidak langsung, menciptakan motivasi melalui suasana organisasi yang mendorong para pegawai untuk lebih propduktif. Suasana ini tercipta melalui pengelolaan faktor-faktor organisasi dalam bentuk sistem imbalan, standar, peraturan dan kebijakan, serta pemeliharaan komunikasi dan gaya kepemimpinan yang mendorong rasa saling percaya.

About cokroaminoto

Lahir di Pekalongan, 29 Nopember 1966. Berkeluarga, dengan 2 anak. Sejak SD hingga SLTA Kejuruan lulus di Pekalongan. Menjalani ikatan dinas dari Departemen Kesehatan sejak 1987 di Kebumen. Pada tahun 1996 menyelesaikan program sarjana FISIP, dan pada tahun 2001 lulus program pasca sarjana Manajemen Kesehatan di UGM Yogyakarta. Sejak itu, mulai tertarik pada wilayah kajian pengembangan kinerja (Walah, sok ilmiah..). Bukan apa-apa, karena dalam dunia kerja, apa lagi kerja di kantoran, persoalan kinerja menjadi biang keladi dan akar permasalahan utama. Bagaimana tidak, maju-mundurnya sebuah kantor, organisasi, bahkan dari sistem pemerintahan tergantung dari sini. Trus, dari mana harus mulai, faktor apa saja yang mempengaruhi, kendala apa saja yang biasa menghambat pengembangannya. Apa kita bisa memperbaikinya? Hal-hal inilah kemudian yang menjadi motivasi saya untuk membuat blog ini. Eh syukur menjadi tempat berbagi pendapat dan pengalaman. Amin

Discussion

28 thoughts on “TEORI EKSPEKTANSI: Sebuah pendekatan konsep pemberian imbalan untuk meningkatkan motivasi pegawai

  1. pak, mohon maaf
    bapak ada alat ukur gak untuk mengukur kinerja
    dengan apa terus gimana cara ngukurnya??
    atau dengan alat apa??
    tolong kirim ke email saya ya pak
    klik_eindye@yahoo.co.id
    maaf ngerepotin

    Posted by Eindye | January 21, 2008, 10:20 am
  2. Eindye, silakan buka tulisan respon saya untuk sausan. Terimakasih. Semoga bermanfaat.

    Posted by cokroaminoto | January 22, 2008, 7:11 am
  3. pak, mohon maaf
    bapak ada alat ukur gak untuk mengukur kinerja
    dengan apa terus gimana cara ngukurnya??
    atau dengan alat apa??
    tolong kirim ke email saya ya pak

    Posted by Wildan | March 6, 2008, 6:03 am
  4. Wildan, terimakasih. Alat ukur untuk
    mengukur kineja karyawan, mestinya menggunakan standar kinerja. Masalahnya, standar kinerja belum tentu ada/belum disusun. Jika belum ada anda dpt menyusunnya. untuk ini anda dapat buka di https://cokroaminoto.wordpress.com/2007/09/28/menyusun-standar-kinerja-karyawan-respon-untuk-sausan/

    Posted by cokroaminoto | March 6, 2008, 3:57 pm
  5. pak saya mahasiswa UNIKOM, sekarang saya sedang skripsi
    saya mau nanya klo indikator dari kinerja dan teori untuk mengukur kinerja apa ya pak
    tolong kirim ke email saya
    terima kasih..

    Posted by intan arifiani | April 8, 2008, 10:43 am
  6. Intan, terimakasih. Alat ukur untuk
    mengukur kineja karyawan, mestinya ya menggunakan standar kinerja. Didalamnya memuat indikator kinerja dan elemen kritis dari pekerjaan pegawai. Masalahnya, dalam organisasi/institusi, standar kinerja belum tentu ada/belum disusun. Jika belum ada, anda dpt menyusunnya. untuk ini anda dapat buka di https://cokroaminoto.wordpress.com/2007/09/28/menyusun-standar-kinerja-karyawan-respon-untuk-sausan/
    Sementara teorinya, sangat tergantung dari masalah dan tujuan penelitian. oleh karena itu, kedua hal tsb hrs\ditetapkan dulu. Demikian, semoga bermanfaat.

    Posted by cokroaminoto | April 9, 2008, 4:52 pm
  7. ass…..saya mahasiswi tingkat akhir unsyiah-BNA, saya butuh bantuan Bapak untuk memberikan artikel/referensi mengenai Berkarya dan minat pemanfaatan sistem informasi akuntansi pada karyawan di perusahaan, terima kasih sebelumnya.

    Posted by yani | April 16, 2008, 3:59 am
  8. Waalaikumussalam Yani. Minat berkarya banyak di bahas dalam teori minat. Menurut Holland, minat seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor kepribadian dan lingkungan.

    Posted by cokroaminoto | April 16, 2008, 3:37 pm
  9. selamat siang pak pak saya mau nanya yang di maksud dengan teori empat pengendali untuk motivasi karyawan itu yang mana ya pak?apakah teori nya itu ada 4 macam?
    tolong kirim ke e-mail saya ya pak.terimakasih

    Posted by happy | April 29, 2008, 7:31 am
  10. Happy, terimakasih. teori empat pengendali motivasi dikenal dengan teori ‘core driving motives’ Untuk sumber online di internet, anda dapat membuka website http://www.simonsays.com/content/book.cfm?pid=615714&tab=1&agid=2
    Demikian, semoga bermanfaat.

    Posted by cokroaminoto | April 29, 2008, 1:26 pm
  11. Assalamu’alaikum..
    Pak,sy mo nanya,menurut bpk teori yg lebih bagus dari teori Vroom ini teori apa pak?Biar nanti sy bs membandingkan..Trims.(STAIN Kediri)

    Posted by fahmi | May 25, 2008, 1:54 pm
  12. Fahmi terimakasih. Yang lebih bagus? Wah di luar kemampuan saya. Tapi barangkali, lebih tepat, yang paling pas untuk kebutuhan anda mestinya. Kalau anda perlukan untuk landasan teori, maka harus menggunakan teori yg paling tepat, paling akhir/modern.
    Sedangkan untuk teori ekspektansi, sepanjang pengetahuan saya, dikaji paling akhir oleh Vroom.
    Demikian Fahmi, semoga bermanfaat. Untuk info online ttg teori2 manusia dalam perilaku organisasi, anda bisa klik link lewat Blogroll yg saya buat di website ini. Wassalam.

    Posted by cokroaminoto | May 25, 2008, 2:11 pm
  13. terima kasih pak said atas tulisannya di dunia maya. saya sangat terbantu dg adanya tulisan bapak. krn di sela2 tugasn saya bisa buka di HP saya dan menyelesaikan tugas kuliah sambil bekerja. nuwun

    Posted by ramadhan | November 12, 2008, 10:23 am
  14. Ramadhan, Alhamdulillah, kalau anda sudah memperoleh manfaat dari tulisan-tulisan itu. Saya tunggu masukannya.

    Posted by cokroaminoto | November 15, 2008, 7:09 am
  15. pa saya mahasiswa tingkat akhir di UMY, maaf mengganggu sebelumnya pa, saya mau menanyakan sesuatu mengenai teori minat dan teori kepercayaan. tolong kirim ke email saya. terima kasih banyak sebelumnya pa

    Posted by angga | December 4, 2008, 3:00 pm
  16. Angga, terimakasih. Minat banyak dibahas dalam teori belajar. Mengenai minat, Lathifah Musa
    menyatakan bahwa pada faktanya adalah kecenderungan seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu.  Minat bisa merupakan dorongan dari naluri yang fitri terdapat pada manusia, namun bisa pula dorongan dari pemikiran yang disertai perasaan kemudian menggerakkannya menjadi suatu amal.  Minat yang hanya muncul dari dorongan perasaan tanpa pemikiran mudah berubah sesuai dengann perubahan perasaannya. Dalam kondisi ini minat seseorang bisa sangat lemah dan tidak stabil sesuai dengan perubahan lingkungan. 

    Posted by cokroaminoto | December 9, 2008, 2:36 pm
  17. bolle..

    Posted by shae | March 24, 2009, 7:50 am
  18. pak, punya pembahasan lebih detail tentang variabel individu, psikologis, organisasi, dari gibson
    terima kasih pak

    Posted by rini rusli | March 29, 2009, 11:03 am
    • rini rusli, terimakasih. Anda bisa baca buku karya Gibson. Managing for Performance: An Introduction to the Process of Managing
      By John M. Ivancevich, James H. Donnelly, James L. Gibson
      Edition: 2, revised
      Published by Business Publications, 1983
      ISBN 025602913X, 9780256029130
      647 pages

      Posted by cokroaminoto | April 6, 2009, 7:39 am
  19. pak saya mahasiswa komunikasi… saya masih bingung dalam skripsi saya, saya disuruh mencari teori tentang minat, minat beli, dan minat beli masyarakat… kalo boleh minta saran saya mesti baca buku apa? ato cari dimana ya pak… habis waktu tinggal 3 mggu lagi nichh…. thanks

    Posted by Pance | July 8, 2009, 2:06 pm
    • Pance, terimakasih. Berkaitan dengan minat beli tersebut, menurut Kotler (1999) bahwa perilaku membeli dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu:
      (a) Faktor Budaya (culture, sub culture dan kelas ekonomi), (b) Faktor Sosial (kelompok acuan, keluarga serta peran dan status), (c) Pribadi (usia dan tahapan daur hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri) dan (d) Faktor Psikologis (motivasi, persepsi, belajar, kepercayaan dan sikap). selengkapnya akan saya bahas dalam Kinerja-staff.

      Posted by cokroaminoto | July 9, 2009, 8:26 am
  20. pak, saya sedang menyusun skripsi dengan judul persepsi dan ekspektansi mahasiswa psikologi UGM terhadap profesi psikolog industri dan organisasi.
    kira2 bagaimana menyusun skala/tolak ukur untuk kuesionernya ya pak?

    Posted by ekajatie | February 22, 2010, 6:37 am
  21. pak saya Yeni, mau tanya tentang skripsi saya yang judulnya persepsi kompensasi dengan motivasi kerja. teori kompensasi yang paling tepat apa ya pak? saya sudah baca buku Dessler tapi kok kurang nyambung???
    makasih

    Posted by inet | May 19, 2010, 6:25 am
  22. ass..bpk saya lg membuat proposal thesis tentang pengaruh motivasi dan diklat terhadap kinerja PNS…dan lg bingung mecari variabel motivasi, diklat dan kinerja itu apa saja kuk yang saya buat kurang nyambung gitu dan selain itu mohon saran bpk apa bagusnya variabel (x3) apa lg pak ya pak …atas batuan bpk saya ucapkan terimakasih….

    Posted by ita | June 13, 2010, 12:39 pm
  23. asskum, maaf pak saya mau nanya apakah ada hubungan teori minat dengan teori motivasi?dimanakah saya harus mencari jurnalnya atau buku?

    Posted by kiswanto | June 4, 2011, 3:32 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: TEORI EKSPEKTANSI: Sebuah pendekatan konsep pemberian imbalan untuk meningkatkan motivasi pegawai « arminaven - April 14, 2011

  2. Pingback: Studi Kasus : Pelaksanaan Training Sebagai Media Untuk Mewujudkan Harapan Karyawan di Suatu Perusahaan Jasa | Febrianto Arif Wibowo - November 27, 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Selamat Datang. Anda adalah pengunjung ke:

  • 528,512

Temui Saya

Di Blogspot. Temui saya Cokroaminoto, untuk berdiskusi masalah Perencanaan Kesehatan untuk membangun kinerja staff, atau bagaimana Menulis Proposal dan Laporan Penelitian untuk kertas kerja (working-paper), Karya Tulis Ilmiah (KTI), Skripsi, Thesis atau sejenisnya atau tertarik untuk melihat dari dekat keragaman budaya Nusantara. Atau membaca koleksi file atau download materi kuliah saya.

Di blogetery.com, anda dapat menemukan juga blog saya, tulisan isteri dan anak saya. Terima kasih.

%d bloggers like this: