//
you're reading...
Gagasan

MEMBANGKITKAN MOTIVASI KERJA: Respon untuk Dewi

Menjaga agar atmosphere lingkungan di tempat kerja menjamin motivasi karyawan tetap tinggi merupakan pekerjaan vital seorang manajer. Meminjam konsep Gibson, bahwa aspek motivasi itu merupakan faktor utama yang langsung mempengaruhi kinerja karyawan. Namun tidak mudah, selain dibutuhkan teknik dan kemampuan manajer, aspek motivasi sangatlah subyektif dan unik kadarnya masing-masing karyawan. Tidak selalu menurunnya motivasi karyawan karena ketidakpuasan terhadap upah atau kegagalan karier dalam pekerjaan.
Baru-baru ini saya mendengar keluhan dan mengamati semangat kerja karyawan. Sikapnya mencerminkan kebosanan dan tidak berminat lagi dengan pekerjaannya. Semangat kerjanya
hilang, bahkan muncul rasa putus asa. Meskipun jika dilihat posisi dalam pekerjaan, boleh dibilang lebih mapan dan mempunyai kedudukan yang strategis dibanding rekan seangkatannya. Mereka sinis akan banyak hal.

Orang-orang yang demikian, menurut Schwartz, tidak akan pernah mencapai keberhasilan maksimum, sebelum mereka meninggalkan pekerjaannya yang sekarang dan menemukan pekerjaan dalam bidang yang diinginkannya. Persoalan motivasi banyak berhubungan dengan mentalitas dan pola pikir. Perbedaan keduanya pada masing-masing karyawan tercermin dari tujuan dan keinginan yang dimilikinya. Kuatkan tujuan untuk membantu mereka bertumbuh dan bersemangat!

Tujuan
Tujuan adalah sasaran, cita-cita. Tujuan lebih dari sekedar mimpi; tujuan adalah mimpi yang diwujudkan. Untuk itu, tetapkan tujuan. Sebelum memulai, ketahuilah tempat yang anda tuju. Yang penting bukan dimana anda berada dahulu atau dimana anda sekarang, melainkan kemana anda ingin tiba. Ini sebuah mentalitas. Semua organisasi bisnis modern atau siapapun orang yang berhasil, tidak menyerahkan masa depannya pada kebetulan; tetapi melalui proses perencanaan dan penetapan tujuan secara matang.

Tanpa tujuan yang ditetapkan, maka tidak ada sesuatu akan terjadi dan tidak ada langkah maju. Orang hanya berkeliaran, tanpa mengetahui ke mana mereka pergi; dan akibatnya mereka tidak pernah sampai ke mana-mana. Tujuan mutlak perlu bagi keberhasilan sebagaimana udara bagi kehidupan. Sehingga seseorang harus mengetahui gambaran yang jelas tentang tujuan, sebelum mereka memutuskan pergi.

Keinginan
Untuk mewujudkan keberhasilan kita tidak bisa mengharapkan bantuan orang lain atau akan datangnya sebuah keajaiban. Sesuatu dapat kita wujudkan, cita-cita dapat kita raih, syaratnya jika kita benar-benar ingin melakukannya. Keinginan yang kuat untuk meraih kemajuan itulah kuncinya! Keinginan, jika diarahkan, merupakan kekuatan.

Jika kita gagal mengikuti keinginan atau gagal melakukan hal yang paling ingin kita lakukan, maka kita akan menjadi orang yang biasa-biasa saja, tidak akan kemana-mana. Namun jika hari ini, kita dapat beralih dari apa yang tidak suka, dan mengerjakan hal-hal yang kita sukai dan ingin kita kerjakan, maka kita telah memperoleh kekuatan dan tidak lama lagi kita akan memperoleh banyak sukses dengan kepuasan pribadi yang luar biasa!

Ini sebenarnya sebuah pola pikir dan merupakan pilihan. Kita semua memiliki keinginan, dan memimpikan apa yang benar-benar ingin kita kerjakan. Akan tetapi hanya sedikit dari kita yang benar-benar menuruti keinginan, karena sebagian besar oleh pola pikir kita sendiri telah membunuhnya. Hal-hal yang dapat merusak pola pikir kita diantaranya adalah:
Depresiasi negatif, adalah perasaan menyalahkan diri sendiri secara berlebihan. “saya kurang menguasai”, ”kalaupun saya harus mencoba, saya pasti gagal”
Perasaan terjamin. ”saya memiliki jaminan dalam posisi sekarang”
Takut berkompetisi. ”Bidang pekerjaan itu sudah terlalu penuh” ”orang-orang dalam perusahaan itu saling menjatuhkan”
Dikte orang tua. ”saya ingin benar-benar berkonsentrasi dalam bidang ini, tetapi orang tua menghendaki lain”

Peran manajer
Motivasi erat kaitannya dengan membangkitkan aktivitas motif dalam diri seseorang, sifatnya subyektif dan individualistik. Sehingga peran manajer dalam membangkitkan motivasi, lebih pada menginspirasikan dan memberi penguatan-penguatan (reinforcements). Ada langkah-langkah yang mungkin dapat membantu diantaranya:
Visualisasikan tujuan dengan cara membuat gambaran detil, seriil mungkin seolah nyata, dari tujuan kita
Tentukan hal-hal yang memuaskan dan harus kita wujudkan
Tetapkan hal-hal apa saja yang harus diperbuat untuk mewujudkannya
Tuluslah dalam penerimaan, dan
Berikan pujian setiap ada kemajuan/keberhasilan sekecil apapun pada karyawan

About cokroaminoto

Lahir di Pekalongan, 29 Nopember 1966. Berkeluarga, dengan 2 anak. Sejak SD hingga SLTA Kejuruan lulus di Pekalongan. Menjalani ikatan dinas dari Departemen Kesehatan sejak 1987 di Kebumen. Pada tahun 1996 menyelesaikan program sarjana FISIP, dan pada tahun 2001 lulus program pasca sarjana Manajemen Kesehatan di UGM Yogyakarta. Sejak itu, mulai tertarik pada wilayah kajian pengembangan kinerja (Walah, sok ilmiah..). Bukan apa-apa, karena dalam dunia kerja, apa lagi kerja di kantoran, persoalan kinerja menjadi biang keladi dan akar permasalahan utama. Bagaimana tidak, maju-mundurnya sebuah kantor, organisasi, bahkan dari sistem pemerintahan tergantung dari sini. Trus, dari mana harus mulai, faktor apa saja yang mempengaruhi, kendala apa saja yang biasa menghambat pengembangannya. Apa kita bisa memperbaikinya? Hal-hal inilah kemudian yang menjadi motivasi saya untuk membuat blog ini. Eh syukur menjadi tempat berbagi pendapat dan pengalaman. Amin

Discussion

6 thoughts on “MEMBANGKITKAN MOTIVASI KERJA: Respon untuk Dewi

  1. mao tanya, kl teori 2 faktor herzber bisa dipakai untuk menjadi indikator dalam penelitian g?
    saya punya problem dalam hal itu. punya contohnya g?

    Posted by yame | June 9, 2008, 2:59 am
  2. Yame, terimakasih. Prinsipnya utk landasan teori dlm penelitian, digunakan teori yg paling relevan dan paling baru.

    Posted by cokroaminoto | June 9, 2008, 6:04 am
  3. salam kenal pak..
    saya mau tanya untuk penelitian saya mengenai motivasi, saya ingin pakai karakteristik motivasi kerja tinggi..di buku dan teori tokoh siapa ya saya bisa dapatkan teori karakteristik tsb?
    thanx pak…

    Posted by anggi | November 2, 2008, 6:33 am
  4. Karakteristik motivasi kerja individu tinggi, seringkali berhubungan dengan rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan dan staff/anak buah, usaha untuk mengembangkan diri, suka kerja keras, suka pekerjaan menantang, serta mampu menjalin hubungan kerja.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi, dapat berasal dari faktor internal maupun eksternal. Dari faktor eksternal, antara lain pendapatan, fasilitas, status, mutu dan kualitas, serta hubungan dengan staff/bawahan. Dari faktor internal, antara lain prestasi, pengakuan, tanggungjawab, kemajuan, pekerjaan itu sendiri, serta kemampuan berkembang.

    Posted by cokroaminoto | November 3, 2008, 2:13 am
  5. Pak sebelumnya terima kasih saya membaca tulisan bapak bagus saya minta bantuannya bagaimana contoh model-model hipotetik motivasi kerja saya udah punya buku seperti mulin, luthan tapi saya bingung yang mana mohon bantuannya pak tks

    Posted by rita | June 6, 2010, 11:27 pm
  6. Dear All, kinerja team saya terlihat lesu dan jenuh. Manager saya baru dan Sudah jelas belum memikirkan bagaimana memotivasi rekan2 saya.. krn beliau masih “mumet” dengan belajar “pekerjaan” di departemen kami. Sebagai rekan kerja, cara seperti apa yang bisa saya lakukan untuk dapat memotivasi mereka untuk semangat bekerja.

    Posted by Cindy | August 4, 2011, 2:06 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Selamat Datang. Anda adalah pengunjung ke:

  • 528,512

Temui Saya

Di Blogspot. Temui saya Cokroaminoto, untuk berdiskusi masalah Perencanaan Kesehatan untuk membangun kinerja staff, atau bagaimana Menulis Proposal dan Laporan Penelitian untuk kertas kerja (working-paper), Karya Tulis Ilmiah (KTI), Skripsi, Thesis atau sejenisnya atau tertarik untuk melihat dari dekat keragaman budaya Nusantara. Atau membaca koleksi file atau download materi kuliah saya.

Di blogetery.com, anda dapat menemukan juga blog saya, tulisan isteri dan anak saya. Terima kasih.

%d bloggers like this: