December 13, 2007 • 10:31 am
Teori pengharapan (expectancy theory) pada dasarnya merupakan fungsi dari tiga karakteristik: (1) persepsi pegawai bahwa upayanya mengarah pada suatu kinerja (2) persepsi pegawai bahwa kinerjanya dihargai (misalnya dengan gaji atau pujian) (3) nilai yang diberikan pegawai terhadap imbalan yang diberikan. Menurut Vroom’s expectancy theory, perilaku yang diharapkan dalam pekerjaan akan meningkat jika seseorang merasakan adanya hubungan yang positif antara usaha-usaha yang dilakukannya dengan kinerja (Simamora, 1999). Perilaku-perilaku tersebut selanjutnya meningkat jika ada hubungan positif antara kinerja yang baik dengan imbalan yang mereka terima, terutama imbalan yang bernilai bagi dirinya (Nelson, 1996). Read the rest of this entry »
Filed under: Gagasan , employee, expectancy theory, imbalan, karyawan, kepemimpinan, leadership, motivasi, motivation, penghsrapan, reward, teori ekspektansi
October 26, 2007 • 7:24 am
Imbalan sebagai bentuk pengukuhan
Imbalan adalah sesuatu yang meningkatkan frekuensi kegiatan seorang pegawai. Sesuatu dinamakan imbalan atau bukan, tergantung pada keseluruhan pengaruh terhadap perilaku pegawai. Read the rest of this entry »
Filed under: Gagasan
October 10, 2007 • 4:22 am
Menjaga agar atmosphere lingkungan di tempat kerja menjamin motivasi karyawan tetap tinggi merupakan pekerjaan vital seorang manajer. Meminjam konsep Gibson, bahwa aspek motivasi itu merupakan faktor utama yang langsung mempengaruhi kinerja karyawan. Namun tidak mudah, selain dibutuhkan teknik dan kemampuan manajer, aspek motivasi sangatlah subyektif dan unik kadarnya masing-masing karyawan. Tidak selalu menurunnya motivasi karyawan karena ketidakpuasan terhadap upah atau kegagalan karier dalam pekerjaan.
Baru-baru ini saya mendengar keluhan dan mengamati semangat kerja karyawan. Sikapnya mencerminkan kebosanan dan tidak berminat lagi dengan pekerjaannya. Semangat kerjanya
hilang, bahkan muncul rasa putus asa. Read the rest of this entry »
Filed under: Gagasan
October 8, 2007 • 2:29 am
Terimakasih atas pertanyaannya. Kinerja boleh dibilang merupakan variabel ‘akhir’ penilaian karyawan. Kalau ditarik ke belakang, ada variabel antara produktivitas dst., dan variabel sebelumnya ada prestasi kerja. Pembimbing anda menyarankan seperti itu, menurut saya ada benarnya. Read the rest of this entry »
Filed under: Gagasan
Komentar/Respon Terbaru